Peluang Bisnis Dropship
https://rumahberitanews.blogspot.com/2014/12/peluang-bisnis-dropship.html
Terjun ke dalam bisnis online dapat memungkinkan kita untuk dapat bertransaksi
secara online antara penjual dan pembeli, meski tanpa bertatap muka secara langsung.
Karena yang dibutuhkan pembeli saat bertransaksi online adalah informasi produk
dan adanya kepastian bahwa pesanannya akan diterima sesuai permintaan.
Pembeli tidak butuh informasi mengenai siapa penjual dan dari mana
produk yang dipesannya berasal.
Fenomena keanoniman penjual online ini kemudian berkembang menjadi sebuah tren bisnis yang dikenal dengan nama dropshipping. Apa yang dimaksud dengan fenomena dropshipping? Mau tahu kelanjutanya?
Dropshipping mirip dengan metode penjualan eceran. Uniknya,
si pengecer tidak perlu menyimpan atau memiliki produk secara fisik.
Pengecer menjalin kerjasama bisnis dengan perorangan atau perusahaan
grosir (wholesaler), yang merupakan pemasok dari produk yang
dijual oleh si pengecer. Seluruh permintaan produk yang didapat dari
pembeli diteruskan kepada perusahaan grosir. Pihak perusahaan grosir
inilah yang nantinya akan mengirimkan pesanan kepada pembeli. Tertarik untuk berbisnis Dropshiping?

Salah satu hal yang sangat menarik dari tren dropshipping
ini adalah
ketidaktahuan calon pembeli bahwa ia sedang bertransaksi online dengan
pengecer yang sebenarnya tidak memegang produk secara fisik. Transaksi
semacam ini hanya mungkin terjadi di bisnis dunia maya. Jadi ini
merupakan peluang bagi anda yang tidak mempunyai modal sama sekali alias
nol.
Bisnis dropshiping tidak membutuhkan modal besar anda hanya perlu menawarkan suatu produk dari suplayer atau produsen kepada konsumen bisa lewat media sosial, blog atau website toko online. Bisnis dropshiping anda tanpa harus punya barang fisik untuk mendapat keuntungan. Mudah dan potensial
Yang dilakukan seorang dropshipper alias pelaku bisnis dropshipping hanyalah menyebarluaskan informasi produk kepada sebanyak-banyaknya orang lewat media promosi online. Ketika dropshipper mendapatkan pembeli, ia akan meneruskan pesanan kepada wholesaler, Produsen atau Suplayer. Dropshipper
hanya menawarkan produk kepada pembeli, tanpa perlu perlu menyetok
produk sama sekali karena pesanan akan dikirim oleh produsen.
Di satu sisi, menjadi dropshipper adalah cara yang paling
praktis untuk memulai bisnis tanpa perencanaan yang bertele-tele.
Kemudian muncul pertanyaan, besarkah keuntungan yang diperoleh dropshipper dari penjualan sebuah produk? Apakah seorang dropshipper memperoleh profit yang signifikan alias patut diperhitungkan?
Bagaimana cara menjalankan sistem dropshiping. Mau tahu ceritanya yuk kita simak?
1. Temukan Produk yang laku keras di pasar online
Tentu tidak ada gunanya memiliki produk terbaik jika kenyataanya tidak ada yang mencarinya. Jangan terpaku pada penjualan produk tertentu sampai Anda telah melakukan penelitian kata kunci yang memadai, karena sebagian besar penjualan Anda akan datang melalui dunia online. Salah satu cara untuk melihat apakah ada permintaan untuk produk yang akan teman-teman jual adalah dengan melihat apakah pada produk yang anda jual memiliki pesaing. Ketik kan kata kunci untuk produk yang akan teman-teman jual di mesin pencari seperti google. Apakah Anda melihat iklan di sebelah kanan halaman hasil pencarian? Jika ada, maka itu merupakan indikator yang baik bahwa ada permintaan untuk produk tersebut. Lihat juga pada situs perbandingan untuk melihat apakah ada orang yang menjual produk tersebut. Ini hanyalah awal untuk riset produk yang akan teman jual.
2. Cari penyedia / supplier produk anda yang bisa di percaya
Langkah selanjutnya Anda harus menemukan seseorang/pemilik produk yang menyediakan sistem dropship. Berbagai forum/website memiliki sistem reseller dropship yang akan menyediakan layanan ini untuk Anda. Kemudian minta pemilik produk untuk mengirim katalog lengkapnya, biasanya toko online yang menyediakan sistem dropship sudah memiliki katalog produknya.
3. Cari dan daftarkan nama domain kemudian buat toko online
Setelah Anda telah menemukan produk yang laku di internet dan pemasok produk untuk Anda, tahap selanjutnya adalah mendaftarkan nama domain untuk membuat toko online anda. Dalam rangka mengoptimalkan kemampuan website Anda ditemukan di search engine, gunakan kata kunci yang terkait dengan produk yang Anda akan jual. Misalnya, jika Anda menjual buku online, Anda bisa memilih nama domain jualbuku.com atau sejenisnya jika masih tersedia. Memilih nama domain tanpa kata kunci (domain branding) seperti google.com kurang membantu dalam mengoptimalkan web anda. Dahulu membuat toko online diperlukan web developer handal untuk membuat toko online sendiri dengan berbagai fitur yang rumit, namun pada saat ini Anda dapat membuat toko online dengan sedikit lebih mudah yaitu menggunakan CMS toko online yang telah disediakan oleh berbagai developer website toko online di Indonesia.Dengan menggunakan CMS toko online ini Anda dapat lebh mudah membuat toko online di bandingkan membuat CMS toko online sendiri, dalam waktu yang singkat Anda mempunyai toko online sendiri.Berikut ini adalah 5 CMS toko online untuk Anda. Contohnya Opencart, Magento .Prestashop,WordPress toko online,VirtueMart ,dsb. Anda bisa membuat sendiri atau dibuatkan orang lain dan membayar jasanya. Karena saat ini membuat website sudah sangatlah mudah, menimbang banyaknya hosting gratis atau nama domain yang murah.
4.Mulai meng-upload produk Anda.
Setelah Anda memilih CMS toko web Anda, mulailah proses upload produk yang Anda akan jual.upload produk yang telah anda dapatkan dari supplier sistem reseller dropship. Biasanya mereka mengirim produk yang telah di kompres (.rar / .zip). ekstrak file file kompresi ke folder anda. Kemudian buka halaman administrator website anda dan mulailah mengupload ke situs toko online anda.
5. Promosikan toko online Anda
Promosikan toko online anda di berbagai media sosial dan forum untuk menarik calon pelanggan anda dan informasikan tentang produk yang anda jual. Siap-siap anda akan kebanjiran order.
Bagaimana cara menjalankan sistem dropshiping. Mau tahu ceritanya yuk kita simak?
1. Temukan Produk yang laku keras di pasar online
Tentu tidak ada gunanya memiliki produk terbaik jika kenyataanya tidak ada yang mencarinya. Jangan terpaku pada penjualan produk tertentu sampai Anda telah melakukan penelitian kata kunci yang memadai, karena sebagian besar penjualan Anda akan datang melalui dunia online. Salah satu cara untuk melihat apakah ada permintaan untuk produk yang akan teman-teman jual adalah dengan melihat apakah pada produk yang anda jual memiliki pesaing. Ketik kan kata kunci untuk produk yang akan teman-teman jual di mesin pencari seperti google. Apakah Anda melihat iklan di sebelah kanan halaman hasil pencarian? Jika ada, maka itu merupakan indikator yang baik bahwa ada permintaan untuk produk tersebut. Lihat juga pada situs perbandingan untuk melihat apakah ada orang yang menjual produk tersebut. Ini hanyalah awal untuk riset produk yang akan teman jual.
2. Cari penyedia / supplier produk anda yang bisa di percaya
Langkah selanjutnya Anda harus menemukan seseorang/pemilik produk yang menyediakan sistem dropship. Berbagai forum/website memiliki sistem reseller dropship yang akan menyediakan layanan ini untuk Anda. Kemudian minta pemilik produk untuk mengirim katalog lengkapnya, biasanya toko online yang menyediakan sistem dropship sudah memiliki katalog produknya.
3. Cari dan daftarkan nama domain kemudian buat toko online
Setelah Anda telah menemukan produk yang laku di internet dan pemasok produk untuk Anda, tahap selanjutnya adalah mendaftarkan nama domain untuk membuat toko online anda. Dalam rangka mengoptimalkan kemampuan website Anda ditemukan di search engine, gunakan kata kunci yang terkait dengan produk yang Anda akan jual. Misalnya, jika Anda menjual buku online, Anda bisa memilih nama domain jualbuku.com atau sejenisnya jika masih tersedia. Memilih nama domain tanpa kata kunci (domain branding) seperti google.com kurang membantu dalam mengoptimalkan web anda. Dahulu membuat toko online diperlukan web developer handal untuk membuat toko online sendiri dengan berbagai fitur yang rumit, namun pada saat ini Anda dapat membuat toko online dengan sedikit lebih mudah yaitu menggunakan CMS toko online yang telah disediakan oleh berbagai developer website toko online di Indonesia.Dengan menggunakan CMS toko online ini Anda dapat lebh mudah membuat toko online di bandingkan membuat CMS toko online sendiri, dalam waktu yang singkat Anda mempunyai toko online sendiri.Berikut ini adalah 5 CMS toko online untuk Anda. Contohnya Opencart, Magento .Prestashop,WordPress toko online,VirtueMart ,dsb. Anda bisa membuat sendiri atau dibuatkan orang lain dan membayar jasanya. Karena saat ini membuat website sudah sangatlah mudah, menimbang banyaknya hosting gratis atau nama domain yang murah.
4.Mulai meng-upload produk Anda.
Setelah Anda memilih CMS toko web Anda, mulailah proses upload produk yang Anda akan jual.upload produk yang telah anda dapatkan dari supplier sistem reseller dropship. Biasanya mereka mengirim produk yang telah di kompres (.rar / .zip). ekstrak file file kompresi ke folder anda. Kemudian buka halaman administrator website anda dan mulailah mengupload ke situs toko online anda.
5. Promosikan toko online Anda
Promosikan toko online anda di berbagai media sosial dan forum untuk menarik calon pelanggan anda dan informasikan tentang produk yang anda jual. Siap-siap anda akan kebanjiran order.
Keuntungan dan Kerugian Sistem Dropshipping
Pihak yang terlibat dalam bisnis dropship akan mendapatkan keuntungan maupun kerugian tersendiri. Beberapa keuntungan yang dapat Anda dapatkan sesebagai seorang Dropshipper adalah sebagai berikut.- Praktis. Karena tidak perlu memiliki produk secara fisik, dropshipper tidak perlu bersinggungan dengan perencanaan bisnis yang kompleks dan memakan waktu serta tenaga. Dropshipper tidak direpotkan dengan masalah penyimpanan, pengepakan, dan pengiriman produk.
- Modal minim. Nilai lebih dari berbisnis dropship adalah sedikitnya modal yang dibutuhkan. Bahkan, sangat mungkin untuk menjadi dropshipper tanpa modal sama sekali. Tidak menyimpan produk secara langsung artinya dropshipper tidak perlu membeli dari wholesaler. Hal ini tidak dirasakan oleh para reseller. Meskipun konsep bisnisnya mirip, reseller masih harus memiliki modal untuk membeli produk agar bisa mengisi stok barang.
- Tidak perlu biaya operasional. Semua pemilik bisnis pasti harus menanggung biaya operasional. Hal ini tidak dirasakan oleh dropshipper. Ia tidak perlu menanggung biaya operasional agar bisnisnya bisa berjalan, misalnya biaya listrik, biaya sewa gedung, atau gaji pegawai.
- Jenis produk beragam. Karena tidak perlu membeli produk untuk dijadikan stok, dropshipper bisa menawarkan berbagai jenis produk kepada pembeli. Dropshipper bisa menjalin bisnis dengan beragam wholesaler, meskipun jenis produk yang didagangkan para wholesaler tersebut berbeda-beda.
- Anytime, anywhere. Dropshipper bisa menjalankan bisnisnya di manapun dan kapanpun, asalkan koneksi internet tersedia. Komunikasi dengan pemasok dan pembeli dapat tetap terjalin, meskipun dropshipper bekerja secara mobile.
- Profit sedikit. Dropshipper hanya akan mendapatkan untung yang kecil dari penjualan sebuah produk. Karena wholesaler juga memasarkan produknya kepada pembeli secara langsung, dropshipper tidak bisa menetapkan harga jual yang terlalu jauh dari harga jual yang dipatok wholesaler.
- Info stok barang tidak di-update. Karena dropshipper tidak memegang produk yang ditawarkannya, informasi mengenai ketersediaan produk tidak dapat dipantau secara intens. Ada kalanya produk yang ditawarkan dropshipper ternyata sudah terjual lewat dropshipper lain. Sulit untuk melakukan sinkronisasi data ketersediaan produk.
- Kesulitan menjual produk yang belum pernah dilihat. Kendala teknik dropshipping muncul ketika calon pembeli menanyakan detail dan spesifikasi produk yang dijual dropshipper. Kebanyakan dropshipper hanya tahu memasarkan, tanpa tahu banyak mengenai seluk beluk produk yang dijualnya. Ketidakmampuan dropshipper untuk menjawab pertanyaan tentang produk akan mengurangi keinginan konsumen untuk melakukan pembelian.
- Menjadi ‘tameng’ bagi pemasok/produsen. Dropshipper harus bertanggung jawab terhadap kesalahan yang tidak ia perbuat, misalnya di saat wholesaler mengirimkan barang cacat, tidak sesuai keinginan pembeli, atau terlambat mengirimkan barang kepada pembeli. Satu-satunya penghubung bagi pembeli adalah dropshipper. Jika pembeli tidak puas atas layanan wholesaler, dropshipper-lah yang harus menanggung keluhan pembeli.